Penggunaan Colostrum

Setiap orang berbeda dalam hal jumlah colostrum yang dibutuhkan. Sangat disarankan untuk hasil yang terbaik, colostrum sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah besar pada awalnya dan dikurangi secara bertahap setelah hasil yang diinginkan tercapai. Jika manfaat yang didapat berkurang, kembalikan ke dosis awal.

Untuk hasil  terbaik, mulai komsumsi 2 X  2000 – 3000 mg perhari. Colostrum dapat dikomsumsi pada pagi hari saat bangun tidur dalam kondisi perut kosong, lalu beberapa jam setelah makan siang. Jika sulit untuk tidur, coba  konsumsi lebih pagi pada hari itu.

Beberapa orang mengalami “Insiden Penyembuhan” dimana tubuh mengeluarkan toksin – toksin (masalah pencernaan, masalah kulit, jerawat / gatal – gatal, gejala flu). Gejala ini umumnya akan hilang setelah beberapa hari. Ini sangat menarik, jika anda mendengarkan tubuh anda, anda akan tahu kemana colostrum telah menghilang di tubuh anda untuk melakukan tugasnya. Faktor pertumbuhan colostrum mungkin akan menimbulkan rasa sakit di beberapa tempat luka lama, atau cidera, saat terjadi penyembuhan. Jika hal ini menjadi tidak nyaman, anda bisa berhenti mengkonsumsi colostrum beberapa hari, dan melanjutkan lagi dengan jumlah yang lebih sedikit, lalu ditingkatkan perlahan – lahan untuk mencapai hasil optimal.

Saran Penggunaan untuk Atlit
Banyak orang yang senang beraktivitas di bidang atletik, menemukan bahwa colostrum sangat membantu untuk meningkatkan performa mereka. Para Body Builder sangat menyukai colostrum karena telah menunjukkan peningkatan massa otot. Untuk hasil yang terbaik, komsumsi colsotrum 30 – 45 menit sebelum aktivitas. Para atlit umumnya mengkonsumsi 3000 – 6000 mg perhari. Ini adalah penggunaan yang disarankan, bahka banyak body builder menggunakan lebih.

Interaksi dengan Obat
Colostrum adala makanan. Colostrum dapat dikonsumsi dalam jumlah berapapun tanpa efek samping atau interaksi dengan obat. Meskipun colostrum tidak berinteraksi dengan obat, anda mungkin menglami efek samping dari suplemen, herbal, atau pengobatan lain yang sedang anda konsumsi yang tidak pernah anda alami sebelumnya. Colostrum menyembuhkan masalah pencernaan (usus besar). Hal ini berarti tubuh telah memanfaatkan jauh lebih optimal dari semua nutrisi dari yang dimakan, termasuk semua yang dimsukkan ke dalam tubuh. Anda mungkin ingin menghentikan atau bahkan berpikir ulang mengenai penggunaan herbal / suplemen nutrisi yang lain. Pengobatan yang dijalani mungkin perlu ditinjau ulang dosis dan kebutuhannya oleh ahli medis anda. 

Kehamilan
Konsultasikan dengan dokter atau ahli medis megenai resep yang akan di minum supaya tidak terjadi perlawanan dari obat, herbal, dan suplemen nutrisi.

Anak – Anak
Faktor Imun sangat penting untuk mencegah terjangkitnya kembali infeksi virus dan bakteri. Kosultasikan dengan ahlinya.

Tidak Dapat Menelan Kapsul?
Colostrum bekerja paling baik jika dikonsumsi dalam bentuk kapsul, saat perut kosong dengan 225 – 340 cc air. Jika tidak dapat menelan kapsul, anda dapat membuka kapsul dan dicampur dengan beberapa sendok makan yogurt, saos apel, atau makanan yang lain. Jangan lupa jumlah airnya. Jangan minum suplemen yang lain bersamaan dengan colostrum dan tunggu sedikitnya 20 menit sebelumnya. 

Mengap Colostrum Bermanfaat untuk Tubuh?

Dalam colostrum terkandung lebih dari 90 macam zat. Komponen – komponen tersebut pada prinsipnya dibagi menjadi 2 kelas, yaitu faktor kekebalan dan faktor pertumbuhan.Colostrum juga mengandung vitamin, mineral, dan asam amino yang lengkap dengan kompisisi yang tepat seimbang. Semua faktor ini bekerja sama secara sinergi untuk memulihkan dan menjaga kesehatan.

Faktor Imun Colostrum
Faktor imun Colostrum membantu tubuh melawan berbagai “penyerbu” yang berbahaya, seperti virus, bakteri, ragi, dan jamur. Setiap faktor memiliki peranan yang spesifik dalam pertahanan tubuh kita melawan “penyerbu – penyerbu” ini. Colostrum mengandung lebih dari 20 antibodi yang spesifik untuk patogen – patogen E coli salmonella, rotavirus, candidda, streptococcus, staphylococcus, H pylori, dan cryptosporidia.

Sebagai tambahan untuk immunoglobuli, studi medis menunjukkan bahwa PRP pada colostrum juga mendukung sistem imun kurang aktif. PRP juga menyeimbangkan sistem imun yang aktif berlebihan yang terdapat pada penyakit autoimun.

Faktor Pertumbuhan Colostrum
Faktor pertumbuhan membantu pertumbuhan dan pemulihan tulang, otot, jaringan saraf, jaringan penghubung, kulit, dan tulang rawan. Faktor – faktor ini juga membantu meningkatkan otot yang padat, membantu tubuh membakar lemak untuk bahan bakar, dan membantu penyembuhan luka. Faktor pertumbuhan juga membantu memperlambat gejala – gejala penuaan!

 

Fungsi Faktor Pertumbuhan Colostrum

·        Mempegaruhi pengendalian kimiawi mood pada otak untuk memperbaiki mood kita. (serotonin dan dopamine)

·        Membantu regenerasi dan memperbaiki pertumbuhan normal dari otot berusia / otot cidera, tulang, tulang rawan, kolagen kulit, dan jaringan saraf.

·        Membantu membakar lemak untuk bahan bakar sebagai penganti jaringan otot saat puasa (diet), dan membangun serta memelihara kepadatan otot. (non diet)

·        Mendukung pengaturan kadar gula darah dan “Kimiawi Otak”, meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi yang lebih baik.

·        Meningkatkan kesehatan kulit jika sering diaplikasikan.

·        Memperbaiki DNA dan RNA tubuh kita.

 Komponen – Komponen Lain yang Bermanfaat
Vitamin dan mineral adalah nutrisi yang sangat esensial unutk metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Mereka bertindak sebagai coenzyme yang mengijinkan terjadinya proses kimiawi terjadi di seluruh tubuh. Vitamin dan mineral tidak tergantikan untuk menjaga kesehatan.

Asam – asam amino adalah komponen – komponen kecil yang menyusun protein. Mereka dibutuhkan untuk pertumbuhan. Asam amino dibagi menajdi 2 bagian, esensial (tidak dapat diproduksi oleh tubuh, harus dikonsumsi dari luar) dan nonesensial (dapat diproduksi oleh tubuh).

Bahan – Bahan Kandungan dalam Colostrum.

1. Faktor Imun

Studi klinis dan medis menunjukkan bahwa faktor imun yang terkandung dalam colostrum dapat melawan macam – macam virus, bakteri, ragi, jamur penyebab alergi, dan toksin – toksin yang lain.

2. Immunoglobulins

Immunoglobulins menyediakan perlindungan yang sangat kuat untuk perawatan dan pencegahan infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri, alergi, jamur dan ragi. Ada 5 tipe immunoglobulin yang terkandung dalam colostrum, yaitu: IgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM. Bovine colostrum mengandung sebagian besar IgG dengan ssedikit sekali kandungan IgA, IgD, IgE dan IgM. Colostrum manusia pada umumnya mengandung 2% IgG, sedangkan bovine colostrum dapat memiliki kandungan 8% hingga 25% IgG. Ini adalah molekul – molekul yang sangat efektif dalam melawan infeksi bakteri dan virus, seperti (flu, demam, dll), parasit, dan ragi. Immunoglobulins adalah elemen – elemen pembangkit energi pada colostrum yang merupakan anti inflamasi yang alamiah.

3. Antibodi

Colostrum mengandung antibodi yang spesifik untuk mengatasi lebih dari 19 patogen penyebab penyakit yang spesifik, termasuk: rotavirus, h. pylori, cryptosporidium, salmonella. Candida, streptococcus, staphylococcus, dan E. Coli.

4. PRP ( Proline-Rich Polypeptide)

Membantu meregulasi kelenjar thymus (pusat komando sistem kekebalan dalam tubuh). PRP dapat meningkatkan sistem kekebalan yang mulai melemah, sama seperti menyeimbangkan sistem kekebalan yang berlebihan.

5. Lactoferrins

Sejenis protein pengikat zat besi dengan anti virus, anti bakteri, anti inflamasi. Lactoferrins telah diterapkan pada perawatan beberapa penakit, seperti kanker, HIV, herpes, kelelahan akut, candida albican dan beberapa infeksi lainnya.

6. Glycoproteins (protease dan trypsin inhibitors)

Melindungi faktor imun dan pertumbuhan yang terkandung dalam colostrum supaya tidak dirusak oleh enzim pencernaan.

7. Lactabumins

Penelitian pmengindikasikan kemungkinan yang luar biasa bahwa lactabumin sangat efektif dalam melawan berbagai jenis kanker dan virus. Lactabumins juga dapat menaikkan aktivitas serotonin otak,mengurangi konsentrasi kortisol, dan memperbaiki mood yang sedang stress.

8. Cytokines

Interleukin 1 & 6, Interferon Y dan Lymphokines:

Adalah sejenis zat kimia yang terlibat dalam komunikasi antar sel, aktivitas antivirus dan anti bakteri serta regulasi dan intenditas dari respon kekebalan. Cytokines membantu meningkatkan aktivitas sel-T dan merangsang produksi immunoglobulin. Satu cytokine, interleukin-10 adalah agen anti inflamasi yang potensial, dimana telah menunjukkan efek yang luar biasa dalam mengurangi rasa sakit. Interleukins sangat menjanjikan dalam memerangi kanker.

9. Lysozymes

Membantu melindungi tubuh dari infeksi bakteri. Lysozymes digunakan untuk membunuh bakteri saat terjadi kontak antara bakteri dengan Lysozymes, sebuah antibiotik yang sangat efektif.

10. Faktor Pertumbuhan

Studi medis menunjukkan bahwa faktor pertumbuhan vital yang terdapat pada bovine colostrum memiliki komposisi yang sangat identik dengan colostrum manusia. Lebih jauh lagi, faktor pertumbuhan merangsang pertumbuhan yang normal, membantu meregenerasi dan kecepatan perbaikan cidera otot pada berusia lanjut., kolagen kulit, tulang, tulang rawan, dan jaringan saraf. Faktor pertumbuhan juga merangsang pembakaran lemak untuk bahan bakar sebagai pengganti jaringan otot badan pada saat puasa (diet) dan membangun otot.

11. Epithelial Growth Factor (EGF)

EGF adalah alat untuk melindungi dan memelihara kesehatan kulit. Bersama sama dengan faktor pertumbuhan yang lain.

12. Insulin-like Growth Factor I & II (IGF-I & IGF-II)

IGF I & II adalah faktor pertumbuhan yang berlabih dalam colostrum. Mereka mempengaruhi bagaimana tubuh memanfaatkan lemak, protein, dan gula. IGF I adalah satu – satunya substansi yang merangsang perbaikan dan pertumbuhan DNA dan RNA. Hal ini menjdikan IGF I sebagai substansi anti penuaan yang paling kuat. IGF I telah terbukti secara klinis membantu peningkatan massa otot dan dapat membantu mengatur tingkat kadar gula dan kolesterol.

13. Transforming Growth Factor A & B (TGF A & B)

TGF merangsang perkembangbiakan sel – sel pad jaringan penghubung dan membantu pembentukan tulang dan tulang rawan. Sangat menjanjikan sebagai alat terapi pada tulang dan penyembuhan luka. TGF dapat membantu memperbaiki jaringan dan mendukung perkembangan lapisan usus.

14. Platelet –Derived Growth Factor (PDGF)

PDGF membantu pembelahansel pada jaringan penghubung , otot halus dan fibroblast. Juga membantu kelangsungan hidup saraf dan regenerasinya.

15. Vitamin dan Mineral

Vitamin, asam amino dan mineral yang terkandung dalam colostrum tersedia secara alami dalam komposisi yang benar – benar seimbang.

Colostrum : Bodyguard Tubuh Anda

Colostrum (kulos’-trum) sering kali disebut “air susu ibu” adalah semacam cairan kuning kental yang di produksi dari kelenjar susu selama beberapa jam setelah melahirkan. Cairan ini sangat penting, sehingga tanpanya mamalia akan meninggal. Colostrum tidak hanya sumber nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, tetapi juga mengandung beberapa molekul – molekul aktif biologis yang sangat penting untuk fungsi pertumbuhan dan imun tubuh.
Untuk beberapa alasan, colostrum manusia bukanlah pilihan yang tepat. Karena itu, para peneliti mencari sumber lain. Setelah melalui penelitian lebih dari 10 tahun, para peneliti meyakini bahwa bovine (termasuk rumpun keluarga sapi) colostrum adalah satu – satunya pilihan alternatif yang aman untuk dikonsumsi manusia. Tidak hanya karena faktor pertumbuhan dan imun yang terkandung dalam bovine colostrums memiliki kemiripan yang identik dengan colostrums manusia, melainkan faktor imun-nya 4x lebih banyak.
Lebih dari itu, bovine colostrum mengandung glyco-protein yang spesial serta protease inhibitor, yang sangat efektif melindungi komponen – komponen aktif dalam colostrums dari daya cerna sistem penceernaan.
Karena colostrum hanya terdapat pada beberapa jam setelah melahirkan, maka kebutuhan anak sapi yang baru lahir harus dipenuhi dulu, supply sangat terbatas. Dan jika anda berpendapat bahwa colostrums harus diambil dari sapi yang betul betul bebas dari antibiotik, pestisida, dan hormon sintetis, supply colsotrum kualitas terbaik jauh lebih terbatas.
Dua kandungan terpenting dalam colsotrum adalah faktor pertumbuhan dan imun. Faktor imun memberikan kekebalan dan perlindungan pada tubuh dari infeksi selama minggu – minggu awal sang bayi. Sedangkan faktor pertumbuhan merangsang pertumbuhan dan perkembangan bayi yang baru lahir.

Baby Boomer Mendapatkan Manfaat yang Lebih……
Karena perkembangan medis pada tahun 50 – 60 an, banyak dokter yang menentang para ibu menyusui. Ribuan bayi tidak pernah menerima faktor imun colostrum yang alami, yang menyediakan pendorong awal sistem kekebalan dan pencernaan bayi. Setelah manusia mencapai pubertas, jumlah faktor imun dan pertumbuhan yang ada di tubuh kita mulai menurun. Kita mulai mudah terserang penyakit, tingkat energi dan semangat kita berkurang. Elastisitas kulit berkurang, berat badan mulai mudah naik, Kepadatan otot berkurang. Jangan lupa bahwa kita juga hidup di lingkungan yang penuh dengan toksin dengan racun penyebab alergi di sekeliling kita.
Penelitian menunjukkan bahwa colostrum mengandung faktor imun dan pertumbuhan alami yang sangat kuat yang membawa tubuh pada kondisi seimbang dan stabil. Ini sangat kuat dan vital untuk menjaga kondisi tubuh kita yang sehat secara alami. Colostrum membantu mendukung fungsi imun yang sehat, juga memungkinkan kita untuk melawan efek – efek yang berbahaya dari polutan, kontaminan, dan zat – zat penyebab alergi.
Selain itu, faktor pertumbuhan dalam colostrum menciptakan banyak sekali “efek samping” yang positif bagi organisme yang sehat, seperti meningkatkan metabolisme dan peremajaan kulit dan otot.

Cakupan Food Supplement (Bagian I): Vitamin, Mineral, Enzim

Dalam pengobatan konvensional, yang dimaksud dengan suplemen adalah termasuk obat metabolisme untuk menghambat nafsu makan (anoreksigenikum), obat untuk menurunkan lemak dan kolesterol (antilipidemikum), obat untuk memperbaiki sattus gizi (dietikum), penyegar tubuh (tonikum), pembangkit tenaga/semangat, dan obat untuk memperbaiki system metabolic organ tertentu.

Sementara dari segi pengelompokannya, suplemen tersebut adalah vitamin , asam amino, enzim, hormon, antioksidan, herba dan probiotik. Ada dalam bentuk sediaan tunggal atau kombinasi untuk mendapatkan efek pengobatan tertentu.

Vitamin

Vitamin membantu metabolisme tubuh dan produksi energi. Vitamin terdiri atas 13 jenis yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu larut lemak (A, D, E dan K) dan larut dalam air (B kompleks, asam fosfat, biotin dan C)

Mineral

Mineral adalah nutrient mikro yang sangat dibutuhkan tubuh terutama untuk proses metabolisme. Sekurang-kurangnya ada 22 jenis mineral bagi kelangsungan hidup manusia

Mineral dikelompokkan dalam dua kategori yaitu mayor dan minor berdasarkan tingkat asupan lebih besar dari 100 mg per hari, maka dimasukkan ke dalam kelompok mineral mayor.  Termasuk mineral mayor adalah calcium, fosfor, kalium, natrium, chloride, magnesium dan sulfur. Sedangkan yang masuk mineral minor atau trace mineral adalah boron, chromium, cobalt, copper, fluoride, iodine, besi, mangan, molybdenum, selenium, silicon, vanadium dan seng

Enzim

Ensim membantu proses metabolisme di dalam tubuh. Enzim banyak terdapat pada makanan segar karena enzim sangat sensitive terhadap panas dan akan rusak dalam proses pemasakan dan pasteurisasi. Enzim berperan penting bagi kehidupan dengan cara menjalankan seluruh metabolisme tubuh. Kita tidak dapat mencerna atau menyerap makanan dan kita pun bisa mati jika tidak ada enzim dalam tubuh. Enzim adalah biokatalisator spesifik yang bergabung dengan koenzim (vitamin dan mineral) yang menjalankan roda kehidupan melalui metabolisme agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Pada umumnya kita sudah mengetahui kegunaan vitamin dan mineral bagi tubuh, akan tetapi kemungkinan besar Anda tidak menyadari bahwa vitamin tidak akan diaktifkan dalam tubuh sampai bergabung dengan enzim.

Suatu enzim bekerja dengan beberapa cara yang spesifk dalam tubuh, yaitu dalam bentuk mencerna makanan dengan memecah toksin, membersihkan darah, memperkuat system imun, membentuk protein menjadi otot, menghilangkan karbondioksida dari paru-paru, mengurangi stress dalam pancreas dan ogan vital lain.

Enzim adalah pekerja atau buruh dalam tubuh yang menjalankan semua reaksi kimia. Untuk memulihkan tubuh yang sehat Anda membutuhkan baik pekerja (enzim) maupun materi bangunan. Materi bangunan adalah protein (asam amino), mineral dan vitamin. Semua ini penting untuk membentuk tubuh yang sehat. Memaksakan tubuh berfungsi tanpa enzim-enzim penting adalah penyebab mengapa kebanyakan tubuh tidak berfungsi dengan baik.

Ada tiga kelas utama enzim, yaitu :

  1. Enzim metabolic (enzim yang bekerja di darah, jaringan dan organ)
  2. Enzim pangan dari makanan segar
  3. Enzim pencernaan

Alam telah menyediakan enzim dalam makanan untuk membantu mencerga segala sesuatu yang kita makan : karbohidrat, lemak, protein, serat, gula, dan produk susu. Jadi tunih tidak harus terpaksa mengeluarkan enzimnya sendiri untuk mengerjakan seluruh proses metabolisme.

Ada dua cara untuk menjaga dan memperbarui kadar enzim dalam tubuh. Kita yakni selalu makan makaman segar / mentah dan melengkapinya dengan suplemen enzim.

Mengapa harus mengkonsumsi enzim? Kita mewarisi cadangan enzim saat lahir, namun kadar enzim dalam tubuh ini akan terus menurun seiring dengan pertambahan usia dan juga akibat pengaruh pola diet atau pasokan makanan sehari-hari yang kekurangan enzim. Di saat seorang kekurangan enzim, ia akan menjadi cepat tua (secar abologis dan bukan secara hitungan angka). Sebaliknya dengan semakin banyak kita menyimpan cadangan enzim, kita akan semakin sehat dan organ-organ tubuh pun awet muda.

Ibu yang menyusui memberikan semua enzim yang dibutuhkan bayinya untuk mencerna ASI. Pernahkan Anda memperhatikan bahwa tinja atau kencing bayi yang masih menyusu ASI tidak berbau busuk? Katika bayi mulai makan makanan yang dimasak atau minum susu kaleng atau makanan yang diproses, maka kotorannya mulai berbau. Ini terjadi karena makanan yang dimasak dicerna (ketika memasak makanan pada temperature tinggi lebih dari 56 derajat celcius enzim akan hancur dan tidak dapat bekerja lagi) Saat itulah mulai terjadi siklus toksemia (makanan yang tidak tercerna/membusuk dalam saluran usus besar dan terus menerus meracuni darah), yang merupakan akar dari segala penyakit.

Vitamin B : Thiamine, Aneurin

Vitamin B1 yang defiseinsinya dikaitkan dengan penyakit beri-beri, ditemukan pada kulit beras oleh Eijkman pada tahun 1897, pada waktu ia bertugas sebagai dokter militer di Jawa (Indonesia). Vitamin B1 berfungsi sebagai koenzim (membantu kerja enzim) penting dalam sistem metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi dari karbohidrat, lemat dan protein. Selain itu, vitamin B1 yang dikenal pula sebagai morale vitamine karena mempunya efek yang menguntungkan pada sistem saraf pusat serta sikap mental, juga membantu fungsi normal saraf pinggir, otot dan jantung.

Kekurangan vitamin B1 sering terjadi pada usia lanjut, dengan grjala munculnya gangguan sistem pencernaan yang berupaya penyerapan buruk, sembelit (konstipasi),  peka atau tak tahan bahan makanan tertentu, dan hilangnya nafsu makan. Juga muncul sebagai gejala gangguan saraf berupa penurunan daya ingat, gelisah, dan mati rasa pada tangan dan kaki. Selain itu, menjadi sangat peka terhadap rasa nyeri, koordinasi tubuh buruk dan lemah.

Sumber dari makanan : paling banyak ditemukan pada beras dan gandum utuh (terutama beras merah), kuning telur, ikan, kacang-kacangan dan polong-polongan.

Penggunaan : untuk memelihara fungsi syaraf, mengoptimalkan aktivitas kognitif dan fungsi otak, membantu proses metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan mengatur sirkulasi serta fungsi darah. Dosis RDA 1-1,5 mg sehari, terapi 30-100 mg sehari

Vitamin A : Retinol

Rabun senja (nightblindness) adalah gangguan akibat defisiensi nutrisi yang pertama dikenal, dan pada buku pengobatan Mesir Kuno (Papyrus Ebers – 1300 SM) disebutkan obatnya adalah ekstrak hati yang telah dimasak. Pengobatan Yunani Kuno, yang menjadi cikal bakal pengobatan modern pun mengikuti cara pengobatan mesir tersebut. Namun baru pada tahun 1913 diketahui bahwa zat penyembuh yang dikandung ekstrak hati tersebut adalah senyawa retinol, yang kemudian lebih dikenal sebagai vitamin A. Penggunaan nama retinol langsung menghubungkan efeknya dengan sasaran kerja di retina mata. Pada retina mata memang terdapat empat senyawa metabolis tubuh yang membutuhkan vitamin A agar dapat berfungsi dengan baik.Pada tahun 1930, T. More mengungkapkan kemampuan karoten/caroten, pigment kuning pada wortel (carrot) yang juga dapat menjegah nightblindness. Rupanya karoten diubah oeh tubuh menjadi vitamin A, sehingga disebut sebagai provitamin A. Jadi untuk menjaga kornea mata agar tetap sehat, asupan vitamin A (yang berperan pada proses sistem visual) bisa didapatkan dari sumber hewani (retinol) maupun nabati (caroten)

Dari penelitian lebih lanjut diketahui banyak fungsi penting lainnya dari Vitamin A, selain untuk kesehatan mata. Untuk kesehatan jaringan tubuh, vitamin A mempercepat proses penyembuhan luka. Dalam kegiatan pertumbuhan dan perkembangan jaringan epitelial, vitamin A mempertahankan kesehatan dan struktur kulit, rambut dan gigi. Beberapa penyakit kulit seperti jerawat dan psoriasis adlaah sebagai akibat kekurangan vitamin A.

Selanjutnya juga diketahui peranan viamin A sebagai antioxidant, yang membantu merangsang dan memperkuat daya tahan tubuh dalam meningkatkan aktivitas sel pembunuh kuman (natural killer cell), memproduksi limfosit, fagositis dan antibody. Bahkan kegunaan vitamin A termasuk memperkuat kekebalan selular (sistem sel) yang menghancurkan sel kanker.

Selain itu vitamin A mencegah dan memperbaiki penciutan kelenjar timus (kelenjar utama yang berperan dalam sistem imun) yang terjadi sebagai akibat stress kronis. Fungsi tubuh lain yang dibantu oleh vitamin A antara lain adalah reproduksi, pembuatan dan aktivitas hormon adrenalin, pembuaan dan aktivitas hormon tyroid, mempertahankan struktur dan fungsi sel-sel saraf, menjaga kekebalan tubuh pada umumnya, serta mempebarui sel jaringan tubuh.

Mencegah Kanker Jaringan Epitelial
Banyak data dari riset menunjukkan hubungan antara vitamin A (dan karoten) dengan pencegahan insidensi terjadinya kanker jaringan epitelial (jaringan pelindung yang menjadi lapisan terluar dari organ tubuh), yaitu kanker paru-paru, saluran pencernaan, saluran kemih dan kulit. Viamin A di dalam tubuh yang menjadi pelindung bagi jaringan epitelial tersebut akan dirusak oleh enzim jaringan itu sendiri apabila terpengaruh oleh senyawa karsinogenik, atau terkena pemaparan sinar matahari yang berlebihan, sehingga organ tersebut menjadi rentan terhadap kanker. Suplenetasi vitamin A dalam dosis tinggi dapat membantu mencegah kerusakan dan mengembalikan fungsi lapisan pelindung jaringan tersebut dalam mencegah kanker.

Namun suplentasi vitamin A dalam dosis tinggi tidak boleh digunakan dalam waktu panjang (lebih dari satu atau dua bulan), karena vitamin A yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan tubuh. Bila terjadi penumpukkan vitamin A dalam jumlah besar, maka vitamin A justru akan menjadi racun bagi tubuh, dengan munculnya gejala-gejala berupa nyeri kepala, mual, pening, kulit kering dan nyeri sendi.

Sumber dari Makanan :
Pangan sumber hewani (mengandung retinol), adalah hati (ayam/sapi), ikan, susu dan produk olahannya. Sedangkan dari pangan nabati (mengandung caroten), adalah sayuran-sayuran hijau gelap (bayam, katuk), sayur-sayuran kuning atau oranye (wortel, tomat, kentang, labu kuning) serta buah-buahan.

Penggunaan :
Untuk membantu daya penglihatan (malam dan warna) dan mempertahankan kesehatan kulit dan rambut, Dosis RDA untuk pria 1.000 IU dan wanita 800 IU sehari. Untuk mengatasi gangguan penyakit tertentu, misalnya infeksi atau peradangan, digunakan dalam dosis tinggi 5.000 IU sehari selama infeks, tetapi tidak lebih dari satu bulan pemakaian.

Perhatian :
Wanita hamil harus terlebih dahulu mendiskusikan suplementasi vitamin A dengan dokter, karena dari riset terungkap bahwa vitamin A dengan dosis 10.000 IV sehari dapat meningkatkan resko kelainan pada janin.

Apa itu Vitamin ?

Vitamin adalah zat esensial yang diperlukan untuk membantu kelancaran penyerapan zat gizi dan proses metabolisme tubuh. Kekurangan vitamin dapat berakibat terganggunya kesehatan, karena itu diperlukan asupan harian dalam jumlah tertentu yang idealnya bisa diperoleh dari makanan. Jumlah kecukupan asupan vitamin per hari untuk perawatan kesehatan tersebut ditetapkan sebagai RDA (Recommended Daily Allowance)

Beberapa vitamin tertentu bila diberikan dalam dosis tinggi mempunyai efek aktioksidan yang membantu sistem imunitas tubuh dalam menetralkan racun yang berasal dari radikal bebas dan kuman penyakit. Dan beberapa vitamin lain mempunyai efek penyembuhan, sebagai kebalikan dari defisiensi yang terjadi akibat kekurangan vitamin tersebut.

Mengapa Kita Butuh Makanan Tambahan / Food Suplemen ?

Kebutuhan pemakaian suplemen berkembang dengan semakin disadari bahwa banyak gangguan kesehatan terjadi karena terganggunya keseimbangan fungsi tubuh. Akibatnya seperti mudah terjadi infeksi, alergi dan gangguan lain yang akhirnya muncul sebagai gejala penyakit.

Pada awalnya penggunaan makanan tambahan masih terbatas untuk mengembalikan fungsi metabolik di mana seluruh proses tersebut dikendalikan oleh enzim sebagai katalis reaksi kimia tubuh yang membuat sel-sel bekerja secara optimal. Pada umumnya, enzim terdiri atas protein khusus yang dinamakan apoenzim, dan memerlukan suatu kofaktor tertentu yang biasanya adalah suatu vitamin atau mineral. Karena itu, pada konsep lama micronutrien tersebut (vitamin dan mineral) disebut sebagai zat esensial yang dibutuhkan tubuh. Jika dari makanan saja tidak cukup, maka untuk memenuhi kekurangannya bisa ditambah dari suplemen makanan.

Pada tahan selanjutnya berkembang penggunaan vitamin dalam mega dosis untuk mengatasi radang dan meningkatkan imunitas tubuh. Linus Pauling menyarankan vitamin C dosis 1.000 mg (biasanya untuk suplemen cukup 60 mg) untuk meningkatkan sistem imun dalam mengatasi infeksi ringan (misalnya flu atau saluran pernafasan bagian atas). Kemudian vitamin A dengan dosis 25.000 IU (international unit) untuk meningkatkan kekuatan dan kandungan kolagen dalam usaha mempercepat penyembuhan luka.

Berikutnya penggunaan suplemen tidak lagi terbatas pada vitamin dan mineral saja, karena untuk mengembalikan kesegaran tubuh semakin banyak digunakan herbal tertentu seperti ginseng, sebagai bagian dari komposisi produk. Seiring dengan konsep kembali ke alam, dari berbagai penelitian ternyata ditemukan begitu banyak bahan nutrisi penting lainnya yang dapat membantu penyembuhan. Penambahan falvodoid (suatu substansi mirip vitamin) dari daun ginkgo biloba, misalnya dapat meningkatkan efektivitas pengobatan infeksi berat.

Karena itu, sekarang batasan suplemen nutrisi semakin melebar sampai mencakup zat-zat nutrisi dan penyembuh yang terdapat pada herbal dan bahan obat alami lainnya. Bila disebutkan “suplemen” maka kita menjumpai produk-produk untuk membantu mengoptimalkan fungsi metabolik, sistem imunitas, detoksifikasi, meredakan radang (inflamatorik) dan menyeimbangkan sistem hormonal dan endokrin

Promo Skin Care Teknologi Generasi III

Diskon harga untuk produk-produk  skincare (klik di sini untuk melihat produk) :

  1. Anti Aging Serum dari Rp. 571.000 menjadi Rp. 500.000
  2.  Delicate Face Cleanser dari Rp. 247.000 menjadi Rp. 225.000
  3. DNA repair Cream dari Rp. 725.000 menjadi Rp. 625.000
  4. Revitalizing Toner dari Rp. 247.000 menjadi Rp. 225.000

Link :

Synergy Skin Care  :Berbasis Teknologi Generasi III yang sukses hambat penuaan dini