Promo Skin Care Teknologi Generasi III

Diskon harga untuk produk-produk  skincare (klik di sini untuk melihat produk) :

  1. Anti Aging Serum dari Rp. 571.000 menjadi Rp. 500.000
  2.  Delicate Face Cleanser dari Rp. 247.000 menjadi Rp. 225.000
  3. DNA repair Cream dari Rp. 725.000 menjadi Rp. 625.000
  4. Revitalizing Toner dari Rp. 247.000 menjadi Rp. 225.000

Link :

Synergy Skin Care  :Berbasis Teknologi Generasi III yang sukses hambat penuaan dini

Testimony Skin Care

sc_large1.jpg

sc_large4.jpg

sc_large5.jpg

Manfaat Spirulina (V) : Wasir (Hemorrhoid)

Berdasarkan tulisan Dr. Adelle Davis, terjadinya wasir disebabkan kekurangan vitamin B6 namun para ilmuwan belum menemukan bagaimana cara kerjanya.

Mengikuti para praktikal terapi diet, cara perawatan menggunakan Spirulina dan vitamin B6 bisa dikatakan sebagai cara perawatan yang paling manjur terhadap penyakit wasir. Ini disebabkan kandungan magnesium di dalam Spirulina dapat membantu penyerapan vitamin B6, selain itu juga mengandung elemen ber-alkali (kalium, magnesium dsb.) yang dapat mencegah sembelit di bagian usus. Magnesium, vitamin B6, metionin dan serin mensintesis lebih banyak kolin; selain itu kandungan Spirulina yang lainnya mampu menormalkan pengeluaran kelenjar empedu, mencegah lipid yang tidak bisa dicema sehingga mencegah sembelit. Wasir akan mudah diobati jika tidak diikuti sembelit.

Apabila penyakit wasir serius, lebih baik Spirulina dan vitamin B6 (100-200 mg sehari) digunakan sekaligus, maka wasir sebesar telur burung merpati akan hilang hanya dalam waktu satu minggu. Ini dapat menghindari pembedahan. Jika perlu, penggunaan vitamin B6 bisa ditambah menjadi 300 mg sehari, tetapi apabila gejala penyakit bertambah baik, penggunaan vitamin B6 bisa dikurangi hingga 10 mg per hari. Bagi mereka yang lanjut usia, penyembuhan wasir lebih panjang hingga 1-2 minggu. Biasanya cara perawatan tersebut memerlukan diet penyesuaian.

Penderita wasir harus mengkonsumsi makanan yang kaya dengan vitamin dan mineral yang bermanfaat

  1. Hindari makanan olahan dan gula pasir. Hindari daging-dagingan agar pembuluh vena lebih mudah dikembangkan.
  2. Sayuran yang dapat memperbaiki peredaran darah, buah-buahan, tauge, lemon, jeruk, anggur, nanas, bawang putih, kentang, biji-bijian dan kacang.
  3. Vitamin dan mineral: vitamin P (banyak dalam jeruk), vitamin B6, C, Iesitin, Vitamin E, Vitamin A (kaya dalam Spirulina), vitamin K (vitamin terutama untuk mencegah pendarahan wasir. Vitamin K dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan alami, kuning telur, hati dan sebagainya.)

Manfaat Spirulina (III) : Kencing Manis / Diabetes dan Katarak

SpirulinaKencing manis merupakan sejenis penyakit zaman modern. Kencing manis disebabkan karena kehidupan yang terlalu sibuk dan makanan berprotein hewani serta berkalori tinggi. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa kebanyakan protein memerlukan vitamin B6 untuk menyempurnakan metabolisme. Penderita kencing manis tidak suka atau kurang makan sayuran dan buah-buahan yang mengakibatkan magnesiumnya berkurang. Kekurangan magnesium ini akan mengakibatkan tidak bisanya menyerap vitamin B, maka metabolisme protein akan terganggu sehingga menjadi sakit.

Untuk mengetahui kedahsyatan dan keajaiban penyakit kencing manis, kuncinya terletak pada vitamin B6 dan magnesium. Berikut penjelasan Dr. Adelle Davis mengenai penyakit kencing manis, ” Apabila penyerapan vitamin B6 kurang, triptofan (sejenis asam amino) tidak akan digunakan secara normal, bahkan berubah menjadi sejenis asam xanturinik yang beracun.
Binatang yang kekurangan vitamin B6 dengan kandungan asam xanturinik dalam darah terlalu tinggi, akan merusak pankreas dalam 48 jam, sehingga insulin tidak dapat dikeluarkan. Terjadilah kencing manis.
Gula darah juga bertambah tinggi sehingga air seni tidak berhenti dikeluarkan.

“Apabila kandungan vitamin B6 mencukupi, xanturinik akan berkurang. Sehingga kerusakan pankreas ringan, kesehatan penderita akan pulih dan gejala penyakit kencing manis akan hilang. Seandainya vitamin tersebut tidak dikonsumsi, kencing manis akan bertambah buruk sehingga dapat mengancam nyawanya. Karena magnesium dapat mengurangi kebutuhan vitamin B6, maka penambahan kebultuhan magnesium dapat juga mengurangi pembentukan asam xanturinik. Dengan kata lain, magnesium dapat meningkatkan pembentukan enzim yang mengandung vitamin B.
Sedangkan mereka yang mengidap penyakit kencing manis, kandungan magnesiumnya sangat kurang.
Karena itu terjadinya kencing manis bisa dikatakan bermula dari kekurangan vitamin B6 dan magnesium,”

Penderita kencing manis tidak mampu menghasilkan insulin dengan cukup. Apalagi perawatan akhir-akhir ini tidak sampai tuntas. Suntikan insulin bertujuan untuk menurunkan kadar gula darah. Namun cara perawatan seperti itu sangat berbahaya karena akan mengakibatkan kejutan insulin sehingga gula darah menurun secara mendadak. Selain itu, insulin hanya dapat menghilangkan gejala penyakit untuk sementara, dan tidak mampu memulihkan fungsi pankreas.
Dengan kata lain, penderita tersebut tidak akan terlepas dari cara perawatan seperti itu sepanjang hidupnya.

Kita sudah dijelaskan mengenai penyebab terjadinya kencing manis, maka makanan bergizi perlu kita perhatikan agar fungsi pankreas tidak dirusak. Jelas bahwa cara pemulihan fungsi pankreas agar dapat menghasilkan insulin merukan cara yang paling baik.

Spirulina mengadung klorofil (magnesium) sebanyak 1,33%, lebih dari 10 kali lipat dibanding sayuran biasa.
Kandungan lain termasuk vitamin B 1, B2, asam pantotenat, seng, sayuran tinggi protein dan sebagainya dapat mendorong sekresi insulin alami. Banyak laporan klinis yang dibuat oleh Prof. Chu Nai Tan Mi dari Universitas Kedokteran Sake Cyoku, Jepang telah membuktikan bahwa Spirulina sangat bermanfaat untuk penperita kencing manis. Sebagai contoh, seorang pria 55 tahun yang mengidap penyakit kencing manis, tinggi badannya 168 cm, berat badan 70 kg. Penyakit yang mengikutinya termasuk katarak di kedua matanya. Dia menggunakan Spirulina 3 kali sehari 7 tablet. Setelah itu keadaan penyakitnya berangsur pulih.

Penderita tersebut hanya salah satu dari ribuan orang penderita yang sudah pulih. Penyakitnya menjadi normal setelah penggunaan Spirulina hanya dalam waktu dua bulan; kataraknya juga semakin pulih.

Untuk penyakit yang lebih berat perlu digunakan 3-6 bulan.

Selain itu, karena penderita kencing manis kurang mampu menghasilkan insulin, menyebabkan gula darah tidak dapat digunakan, maka terpaksa menggunakan lemak untuk menghasilkan panas dan tenaga. Tanpa gula, pembakaran lemak tidak sempurna, sehingga mengeluarkan bau keton ketika bernafas. Dan terjadilah keracunan ketosis. Pada saat itu, kelelahan akan timbul, gejala ketegangan atau muntah-muntah juga akan timbul. Apabila penyakit tersebut bertambah buruk, kalium dalam badan akan dihabiskan sehingga dapat menyebabkan koma, bahkan kematian. Jelas bahwa penderita kencing manis sangat kekurangan kalium, dan di dalam Spirulina mengandung kalium yang tinggi (1,79%), sehingga dapat menetralkan asam keto untuk menghindari keracunan.

Penderita kencing manis harus mengkonsumsi makanan yang kaya dengan vitamin dan mineral karena bermanfaat dalam pemulihan penyakit yang berhubungan dengannya :

  1. Hindari karbohidrat yang telah diproses seperti gula pasir; tepung atau bahan makanan olahan. Jangan makan daging berlebihan. Makan daging yang terlalu banyak akan menyebabkan kekurangan vitamin B6, magnesium, kalsium dan asam nikotinat. … .
  2. Makanan lain yang bermanfaat: pisang, timun, sayuran berwarna hijau pekat, bawang putih dan sebagainya.
  3. Vitamin dan mineral: vitamin C, E, B6, asam nikotinat, magnesium, kalium, mangan (Spirulina mengandung mangan) dan kromium.
  4. Bagi penderita kencing manis berat jangan menghentikan suntikan insulin secara mendadak, sebaiknya dikurangi secara bertahap.

Liquid Chlorophyll -> Diskon

Diskon dari Rp. 234.000 jadi Rp. 170.000 bebas ongkos kirim kemanapun di Indonesia. Expired Date produknya masih lama : tahun 2008. Pemesanan bisa via kolom Pesan Produk

Manfaat Spirulina (bagian II) : Sakit Perut, Usus Kronis, Radang Lambung Dan Usus Halus

Dalam lingkungan industri, karena ketegangan jiwa, seseorang mudah mengidap penyakit lambung atau radang usus halus. Bagaimanapun cara perawatannya, penyakit tersebut tidak akan pulih. Penyakit radang umumnya berawal dari stress. Apa itu stress?

Stress terjadi jika kerja berlebihan, ketegangan, emosi yang tidak stabil, kurang tidur, kuman atau virus dan faktor lain. Apabila jiwa kita tertekan, maka akan banyak bahan nutrisi digunakan, terutama protein
Padahal banyak protein yang tersimpan dalam organ tubuh kita, seperti hati, limpa dan timus. Apabila tekanan terlalu tinggi, tidak hanya simpanan protein yang digunakan, juga protein yang berada pada dinding perut dan usus sehingga kelenjar mukus di dinding perut mengecil dan rusak. Apabila pengeluaran kelenjar mukus tidak mencukupi, maka dinding usus tidak dapat dipertahankan. Apabila makanan yang dimakan melalui esofagus, pepsin perut mulai dikeluarkan. Karena pepsin perut mengandung HCl, maka akan secara langsung mengikis dinding perut sehingga lambungnya terasa sakit.

Sebagian orang menganggap sakit lambung disebabkan oleh asam lambung. Sehingga cara perawatannya hanya dipermukaan saja. Kebanyakan obat sakit lambung mempunyai antasida untuk menetralkan asam lambung.
Apabila asam lambung berkurang, maka rasa sakit juga berkurang. Tetapi penyakit tersebut tidak sembuh, melainkan hanya rasa sakit yang berkurang untuk sementara waktu. Asam lambung mrupakan zat yang sangat bernilai karena dapat menguraikan protein makanan menjadi asam amino agar dapat diserap usus.
Begitu juga mineral harus dilarutkan oleh asam lambung agar lebih mudah diserap. Penggunaan obat lambung menyebabkan protein dan mineral tidak dapat diserap secara normal. Apabila kekurangan protein ini tidak dapat dipenuhi, maka radang sukar diobati dan tekanan jiwa bertambah, pada akhirnya penderita terpaksa menjalani pembedahan.

Menurut penelitian ilmuwan dari Amerika Serikat, penyebab utama terjadinya radang usus halus disebabkan oleh meradangnya kelenjar empedu.
Walaupun masalah radang usus halus tidak banyak, tetapi pada umumnya berawal dari meradangnya kelenjar empedu. Kelenjar empedu biasanya berwarna kuning dan bersifat alkali. Apabila elemen beralkali dalam hati tidak dikembalikan lagi setelah digunakan, maka kelenjar empedu menjadi asam sehingga empedu menjadi meradang. Spirulina kaya dengan elemen beralkali, maka dapat dijadikan sebagai diet yang paling mujarab.

Jelas bahwa cara radikal untuk merawat radang lambung dan usus adalah menambah konsumsi protein dan makanan yang kaya dengan protein. Vitamin B kompleks berfungsi untuk mengatur asam lambung.
Misalnya, perut buncit karena kekurangan asam lambung, vitamin B I dapat menambahkan asam lambung; apabila asam lambung berlebihan, penggunaan asam pantotenat (sejenis vitamin B) dapat mengurangi asam lambung. Mineral juga dapat membantu memulihkan fungsi penyerapan hati dan lambung ke kondisi normal. Vitamin B6 dapat membantu mengubah serin dan metionin menjadi kolin agar kelenjar empedu menjadi normal.

Spirulina sangat bermanfaat untuk radang karena kaya dengan protein, terutama sistein (sejenis asam amino).
Spirulina juga kaya dengan klorofil. yang sangat bermanfaat untuk radang organ-organ pencernaan selain juga untuk pencegahannya. Pada umumnya, setelah penggunaan selama 2 minggu, rasa sakit akan hilang . dan kira-kira 2-3 bulan penyakit tersebut akan pulih.

Para penderita tersebut harus mementingkan makanan kaya vitamin dan mineral yang bermanfaat dalam pemulihan lambung dan usus :

  1. Memperbanyak makan. Kunyah berkali-kali sebelum ditelan secara perlahan-Iahan. Hindari merokok, minuman keras, kopi, teh, garam dan makanan pedas. Buah-buahan asam seperti jeruk, lemon juga harus dihindari.
  2. Makanan lain yang bermanfaat: jus kentang, susu kambing mentah, minuman lactobacillus, dan ragi arak.
  3. Vitamin dan mineral: Vitamin A (karoten dalam Spirulina akan berubah menjadi vitamin A setelah dimakan. 6g Spirulina sehari akan menghasilkan vitamin A sebanyak 9000 IU – 20000 lU), vitamin E, klorofil, vitamin B kompleks. Sebaiknya menggunakan vitamin alamiah.

Mengapa Perlu Detoks?

Anda punya masalah sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor, penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh? Tahukah Anda bahwa akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas tubuh Anda?

TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun (toksin) atau penyakit.
Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru. Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi ampas.
Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan jaminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika salah satu atau beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran ampas dari tubuh Anda belum optimal! Penyakit terjadi apabila proses pembuangan tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ vital.
Dalam sejumlah hasil penelitian disebutkan kondisi racun berlebihan (toxicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit degeneratif (liver, jantung, diabetes, kanker, dll.), dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, racun harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Caranya, dengan detoksifikasi (detoks).

Apa itu detoks?
Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah susu besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).
Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Mengapa perlu detoks?
Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.
Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah. Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat.
Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.
Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.
Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.
Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan:
• Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
• Menurunkan kelebihan berat badan.
• Meningkatkan energi.
• Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
• Pengeruta tumor (jika ada).
• Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
• Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
• Memperbaiki daya ingat.
• Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dsb.
• Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
• Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
• Meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagaimana melakukan detoks?
Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini. Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen herba atau obat-obatan tertentu. Program detoks yang baik harus dapat:

  • menormalkan pH (kadar keasaman) pencernaan
  • meringan beban fungsi enzim di pankreas
  • melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
  • mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
  • membangun flora usus
  • melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar penyerapan zat makanan menjadi lebih baik
  • membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (catatan: penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus)
  • merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
  • membersihkan darah
  • membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh
  • melancarkan peredaran getah bening
  • membuka pori-pori kulit
  • mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan

Biasanya perlu waktu 6 – 12 bulan untuk mencapai semua itu, dan juga sangat bergantung pada kondisi keracunan dan kedisiplinan setiap individu.
Metode detoks yang paling mudah dan aman adalah juice fasting, yaitu puasa menghindari makanan padat dan pembentuk asam, dan hanya mengkonsumsi jus buah segar sepanjang hari dalam porsi tertentu. Puasa ini aman bagi semua orang. Mereka yang menderita kanker stadium lanjut, diabetes, atau gagal ginjal harus di bawah pengawasan ahli.
Istirahat dan relaksasi sangat penting dalam program detoks. Jika masih sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas lainnya, sebaiknya tidak melakukan detoks. Laju metabolisme tubuh selama detoks akan menurun, begitu pula suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan saluran pernapasan. Ini merupakan proses alamiah karena tubuh akan melakukan penghematan energi dan sebagian besar energi akan lebih dikonsentrasikan untuk proses pembuangan racun.
Proses keluarnya racun juga menimbulkan reaksi tidak nyaman pada tubuh, yang secara medis dikenal sebagai gejala kemunduran (withdrawal symptoms). Beberapa gejala mirip dengan gejala sakit atau sakaw pada pemakai narkoba yang sedang menjalani program pembersihan. Sebaliknya, dalam paham pengobatan alami, gejala ini disebut krisis penyembuhan (healing crisis). Gejala ini biasanya muncul pada hari ke-3 sejak dimulainya program detoks. Gejala yang terasa biasanya hanya muncul satu hari saja. Kecuali gejala seperti flu (pengeluaran lendir melalui saluran pernapasan) biasanya berlangsung lebih lama.
Beberapa hari setelah itu kita mulai merasa tidak kelaparan lagi, walaupun adakalanya muncul gangguan seperti memikirkan makanan-makanan tertentu padahal perut sedang tidak lapar.

Krisis penyembuhan

  • Gejala demam atau flu
  • Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (sulit buang air besar). Jika terjadi sembelit, bisa dibantu dengan enema atau kolonhidroterapi/”cuci usus”.
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala atau migrain (umumnya pada perokok dan peminum alkohol)
  • Mual-mual atau kembung
  • Lesu
  • Banyak mengeluarkan riak atau lendir
  • Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah dengan kulit
  • Napas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)
  • Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)
  • Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)

Mekanisme detoks
Ada 2 mekanisme yang digunakan liver untuk mengeluarkan racun. Bagian pertama pada detoks, disebut fase 1, adalah mengubah toksin menjadi entuk yang larut lemak. Secara alamiah lemak akan segera mengikat toksin yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, toksin harus dilepaskan dulu dari jaringan lemak.
Bagian kedua, disebut fase 2, mengubah toksin menjadi bentuk yang larut air agar toksin dapat dikeluarkan melalui saluran usus dan urine. Dengan mekanisme ini, tidak akan ada racun yang tersangkut atau tertinggal pada jaringan, termasuk jaringan otak dan saraf pusat. Toksin akan keluar perlahan melalui aliran darah. Pada saat inilah biasanya gejala-gejala yang terasa seperti penyakit, yakni gejala krisis penyembuhan (healing crises) itu muncul.
Pada setiap fase yang harus dilalui, pelaksanaan detoks ini sebaiknya dibantu dengan makanan dan herba tertentu untuk menguatkan sel-sel organ vital dan kelenjar yang berperan pada proses detoks.

Dikutip dari tulisan Ibu Andang Gunawan, ADN, ND (Majalah NIRMALA Mei 2004) – sebagian kecil tulisan asli dibuang. Tulisan ini juga bisa diakses jika Anda begabung dengan milis FOOD_COMBINING_INDONESIA@yahoogroups.com

Artikel terkait :Klorofil Si Emas Hijau : Detoksin Alami yang Menyehatkan

Teknologi Gen III pada Perawatan Kulit : Sukses Hambat Penuaan Dini

Siapa bisa melawan usia? Idiom tersebut kini mulai terasa hambar. Berbagai penemuan – terutama dalam bidang perawatan kulit – berhasil “membekukkan” usia seseorang. Fase teknologi perawatan kulit memang telah mendapat pencapaian luar biasa dengan ditemukannya apa yang kemudian disebut dengan GEN III dan GEN IV. Berkat teknologi tersebut, seseorang dengan usia 50 tahun ke atas bisa saja kembali memiliki kulit bak seorang anak usia belasan.
SYNERGY WOLRDWIDE menunjukkan komitmennya untuk terus bersandar pada teknologi paling maju dari perawatan kulit. Gen III mewakili salah satu pengembangan terbaru dari teknologi Anti-Aging (anti penuaan). Teknologi ini mencapai hasil seperti yang dihasilkan berbagai kosmetik dalam waktu tahunan, yaitu secara visual dan dramatis mengurangi garis penuaan dan kerutan.

“Generasi yang pertama” muncul bertahun lewat, saat teknologi kosmetik memulai teknologi perawatan kulit dengan model krem dan lotion. Banyak cara dilakukan, baik lewat lilin maupun pelembab kecantikan, yang ternyata malah berakibat hilangnya komposisi kulit. Lebih parah lagi, teknik ini hanya memberi efek sementara untuk kulit manusia.

“Generasi kedua” memperkenalkan produk pelindung kulit dari bahaya lingkungan (polusi, radikal bebas dan radiasi UV) yang menyebabkan penuaan kulit yang prematur. Produk yang mengkaitkan antioksidan dan vitamin masuk dalam kategori ini. Walau proteksi dari bahaya lingkungan merupakan faktor yang sangat penting bagi perawatan kulit, tetapi produk macam ini belumlah dapat disebut sebagai “anti-aging”

Pengertian yang lebih jauh didapat di mana para ahli menemukan penyebab dari penuaan pada tingkat molekuler. Terporgram secara alam, sel ternyata mempunyai faktor biologis yang secara mekanis berkesinambungan sebagai penyebab penuaan. Metode paling baru untuk mengintervensi proses penuaan pada tingkat molekul dimungkinkan karena telah lebih dimengertinya dengan jelas tentang proses penuaan. Ini adalah apa yang kemudian disebut sebagai Generasi Ketiga (GEN III) dari pengetahuan tentang kulit, yaitu anti-aging pada tingkat jaringan sel.

GEN III : Sebuah Ramuan Rumit yang Diperkaya Teknologi Liposome

Ibu dan Anak : Tak jauh berbeda

GEN III bukanlah materi ramuan tunggal, tetapi materi yang rumit. Gen III efektif bukan karena ia melekatkan dirinya pada gabungan materi lain, tetapi terutama karena bentuk yang sesuai dengan fungsinya. Ia mengambil bentuk Liposome, yang merupakan gelembung materi phospolipid, serupa dengan tampilan lipid pada membran sel manusia. Walau demikian, Gen III merupakan liposome yang sangat unik dengan sudut bipyramidal. Bentuk rancang bangun ini sangat kompleks dan dibutuhkan untuk perpindahan sel dengan fungsi tertentu pada kulit

Liposome Gen III mempunya “molekul penanda” atau “molekul sinyal” yang tampak pada dinding luarnya. “Molekul penanda” atau “molekul sinyal” inilah yang menjadikan Gen III sebagai sebuah revolusi bagi anti-aging.

GEN II dan Stimulasi Kolagen

Kulit adalah bagian paling besar dari tubuh dan mempunyai bagian anatomi dan psikologis yang amat rumit. Kulit secara terus-menerus memperbaiki dirinya sebagaimana ia terus berhubungan dengan dunia lingkungan luar. Dengan demikian, ia perlu terdiri dari berbagai lapis.

Secara garis besar, lapisan tersebut dapat dibagi dalam 2 bagian utama :

Epidermis : Lapis paling atas dari kulit. Epidermis itu sendiri terdiri dari masa sel yang secara kontinyu membelah, berkembang dan migrasi ke permukaan. Fungsi sel epidermis disebut Keratinocytes. Berasal dari batang sel pada lapisan dasar dan berkembang saat proses penuaan, dimana saat mencapai permukaan kulit, ia akan mati sepenuhnya sebagai bentuk dari proteksi tubuh terhadap lingkungan luar.

Dermis : Lapisan dermis berada tepat di bawah epidermis. Terutama merupakan matriks dari serat kolagen dan elastin. Fungsi dari dermis adalah “fibroblast”. Fibroblast bertanggung jawab pada penumpukkkan matriks kolagen dan elastin. Fibrobast pada dermis harus secara terus menerus memproduksi kolagen dan elastin sebagai pengganti kolagen dan elastin yang rusak dan harus dimusnahkan akibat lingkungan luar.

Perbedaan Kulit Muda dan Kulit Tua

Saat umur kita bertambah, perubahan sel pada epidermis melambat dan epidermis itu sendiri semakin menipis. dan batas antara dermal – epidermal semakin tidak jelas. Coba perhatikan perbedaan tebal epidermis antara kulit muda dan kulit tua pada gambar.

Penurunan produksi kolagen dan elstin dalam dermis juga dipengaruhi penambahan usia. Karena produksi menurun, matriks kolagen dan elastin pada dermis semakin rentan atas serangan lingkungan luar dan rusak. Sebagai akibatnya, makin sedikit jumlah kolagen dan elastin yang ada pada dermis, kulit akan nampak lebih transparan atau tipis. Kerusakan kolagen berakibat pada kulit yang makin kurang elastis dan makin banyaknya garis penuaan serta kerutan. Pada ganmbar terlihat adanya ruang kosong di mana kolagen tidak ada. Kolagen juga tidak tampil semerah kulit yang masih muda, menandakan bahwa pada kulit tua, kolagen telah banyak rusak.

Efek dari GEN III pada Kulit Tua

Dengan pengertian masa kini, ada perbedaan antara kulit tua dan kulit muda. Dan kini kita bisa mulai melihat ke efek anti-penuaan dari gen III

Uji Klinis

Enam wanita sehat, dengan umur rata-rata 50 tahun, yang kulitnya telah berkerut dan kering, dipilih untuk pengujian ini. Subjek diminta memakai serum Gen III pada sisi kanan wajah. Sementara pada sisi kiri mereka memakai serum tipuan tanpa Gen III.

Before After (perbesar gambar)

Setelah 27 hari perawatan, kedua sisi wajah diperbandingkan. Elastisitas kulit diukur dengan menggunakan perangkat ilmiah yang disebut Cutometer. Para penguji menemukan bahwa rata-rata pertambahan elastisitas kulit adalah sebesar 35% dibanding data pada pengujian hari pertama. Bertambahnya elastisitas kulit berbanding lurus dengan perbaikan pada struktur dermal. Sebagai contoh : meningkatnya sistesa kolagen dan perbaikan keseluruhan dari kesehatan dermis. Ini menunjukkan bahwa Gen III mempunyai efek langsung pada fungsi sel dari dermis, sebagai perbaikan pada regenerasi kulit yang menjadikan kulit tampak makin segar dan muda.

GEN IV : Enzim DNA Repair yang Rumit Diperkaya Teknologi Liposome

Gen IV memanfaatkan enzim dan teknologi untuk mempertinggi kemampuan daya pulih dari kulit seseorang dan menghambat proses penuaan. Enzim khusus ini yang ada di alam sekitar sebagaimana juga terdapat di tubuh kita, dirancang untuk memulihkan kerusakan jaringan sel DNA akibat sengatan sinar matahari yang berlebih. Enzim pemulih ini digabungkan dalam sistem penghantar liposome yang dirancang untuk dapat menembus kulit, masuk dalam jaringan sel manusia dan akan melepas enzim tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh.

klik di sini untuk melihat produk-produk yang menggunakan teknologi GEN III dan GEN IV

KESAKSIAN PARA PENDERITA NYERI HAID, WASIR, DIABETES DAN LAINNYA

Beberapa penderita penyakit yang sudah tahunan, macam wasir, nyeri haid, hipertensi hingga diabetes menuturkan rahasia kebehasilan mereka untuk kini kembali hidup sehat. Tanpa tendensi apa-apa, kini mereka memberi kesaksian, ingin berbagi kebahagiaan yang kini mereka rasakan kepada siapa saja yang juga ingin kembali sehat.

———————————————————————-

Kwee L. Fransiska – Surabaya / Nyeri Haid

Sejak melahirkan anak yang kedua January 2004 saya mengalami nyeri saat menstruasi dan tidak pernah teratur.. Hal itu berlangsung kira-kira selama satu tahun.

Suatu hari suami saya pulang membawa ekstrak klorofil bernama Liquid Choropyll. Dia sendiri tidak tahu kegunaannya. Dia hanya bilang ini supplemen dari Amerika dan saya dipaksa untuk minumnya. Terus terang kalau dilihat dari warnanya saya tidak tertarik, apalagi saya termasuk orang yang anti terhadap obat-obatan.. Tapi karena dipaksa, ya akhirnya saya minum.

Ternyata besok paginya, badan saya terasa segar, padahal biasanya selalu pegal-pegal dan ngantuk karena kurang tidur. Bukan itu saja, buang air besar jadi lancar, padahal sebelumnya saya juga sering mengalami sembelit. Dan yang luar biasa nyeri pada saat haid pun lenyap tanpa terasa lagi. Saya kaget karena darah menstruasi berwarna hitam, waktu itu saya belum mengerti kalau Liquid Choropyll juga bisa menyehatkan kandungan. Saya minum Liquid Choropyll terus, dan pada bulan kedua saya tidak lagi pernah merasakan nyeri haid, dan darah menstruasi yang kehitaman berangsur-angsur normal kembali.

———————————————————————

Tien Suharti – Surabaya / Diabetes

Saya Ibu berusia 56 tahun tinggal di Surabaya . Sudah hampir 15 tahun, saya selalu menderita penyakit diabetes. Saya sudah berobat ke dokter. Kadar gula saya naik turun dan pernah mencapai 480. Pada suatu hari, ada teman memberikan Liquid Choropyll. Katanya bagyus untuk sakit diabetes dan pelancaran buang air besar. Lalu saya coba konsumsi, dan pada hari kelima saya sudah lancar lagi buang air besar.

Dan setelah mengkonsumsi hampir 2 minggu badan saya terasa enak dan saya cek lagi glukosa saya, turun sampai 130. Dan saya sekarang sudah mengurangi obat dari dokter dan rutin minum Chloropyll (klorofil)

———————————————————————

Ny. Mufit – Surabaya / Stroke & Diabetes

Saya mempunyai seorang ibu berusia 68 tahun. Beliau merupakan panutan saya dan orang yang sangat saya cintai. Sudah hampir 7 tahun ibu saya mengalami komplikasi kencing manis dan darah tinggi sampai kulitnya luka dan tidak bisa sembuh. Tepat 2 tahun lalu ibu saya kena stroke dan organ sebelah kanannya tidak dapat digunakan. Kadar gula mencapai 450. Sudah berbagai cara saya coba termasuk pengobatan dokter tapi tetap tidak ada perubahan.

Beberapa bulan yang lalu ada teman yang menawarkan produk dari Amerika, pertama saya tidak tertarik. Tetapi teman saya bilang ini produk herbal dan sudah banyak kesaksian. Akhirnya saya tertarik juga dan membeli Liquid Chlorophyll (LC) dan Super Antioxidant. lalu saya suruh ibu saya untuk minum dan mengoleskan LC pada ke lukanya sesuai dengan anjuran teman saya. Hampir 2 bulan, ibu saya telah mengkonsumsi produk-produk tersebut. Sekarang tangan kanannya sudah bisa mulai beraktivitas kembali dan lukanya mulai mengering. Setelah dicek, kadar gulanya turun hingga 150. Sekarang ibu saya tetap mengkonsumsi produk-produk NSP – SYNERGY. Begitu juga saya. Terima kasih buat SYNERGY karena telah membantu menyembuhkan ibu saya.

———————————————————————

R. Hesti – Malang / Wasir

Saya mengalami wasir / ambien kurang lebih 20 tahun. Setiap buang air besar, selalu sakit dan jika dipakai duduk juga selalu sakit. Suatu hari ada teman saya memperkenalkan Liquid Choropyll dan saya langsung mencoba mengkonsumsi 2 kali sehari dan ditambah loclo satu kali sehari.

Besok paginya, buang air besar sangat lancar dan tidak sakit. Saya bersyukur kepada Tuhan, melalui produk SYNERGY, saya tidak perlu dioperasi dan sampai sekarang tidak pernah merasakan sakit lagi.

———————————————————————

Yusuf Adisuryo – Bandung / Luka Bengkak

Saya mempunyai anak laki-laki berumur 3 tahun. Suatu hari anak saya kecelakaan di depan rumah. Kejadiannya, pada saat lari-lari dia membawa pensil yang habis diserut sehinnga ujungnya sangat tajam. Ketika dia sedang berlari, ia terjatuh. Pensil kemudian menusuk bibir atasnya, tembus dari dalam bibir ke luar. Bibirnya robek 10 cm, darah mengaril deras dan terjadi pembekakan luar biasa. Secara spontan istri saya menuangkan klorofil (Liquid Chlorophyll) ke pisin. Setelah darah dibersihkan, kemudian dioleskan klorofil dengan cotton bud di luka tersebut.

Tiga hari kemudian, luka bibir atas yang bagian luarnya mulai terkelupas dan hari keempat luka bibir atas bagian dalam (yang sobek) terkelupas juga. Hari kelima luka sudah sembuh. Dan luar biasa lagi, pada hari ketujuh sudah tak tampak bekas luka sama sekali.

———————————————————————

Ny. Rudi – Bandung / Mimisan

Saya mempunyai seorang anak laki-laki 11 tahun. Acapkali ia melakukan aktivitas berlebihan (capai) ia kerap mengalami mimisan (keluar darah dari hidung). Tapi jika istirahatnya cukup, mimisan itu tidak terjadi. Saya sebagai orang tua ingin melihat anak saya sehat dan tetap beraktivitas.

Suatu kali, seorang teman menawarkan klorofil (Liquid Chlorophyll), lalu saya coba untuk mengobati mimisan anak saya. Dalam 4 hari setelah terus menerus mengkonsumsi Liquid Chlorophyll berangsur-angsur mimisan itu hilang walaupun anak saya melakukan kegiatan yang menguras tenaga.

———————————————————————

Rosdiaty – Bandung / Rematik

Saya menderita rematik hampir 29 tahun lamanya. Pada suatu kali bahkan lutut saya tidak bisa ditekuk, sehingga saya tidak bisa jongkok. Untuk – maaf – buang air besar saja saya sulit. Namun setelah empat hari saya mengkonsumsi Liquid Chorophyll dan Super Antioxidant saya sudah bisa kembali jongkok dan nyaman untuk buang air lagi.

———————————————————————

Yuliana S – Surabaya / Hipertensi

Saya ibu 58 tahun tinggal di Surabaya. Hipertensi yang saya alami 5 tahun terakhir, membuat aktivitas saya sebagai juru masak di salah satu pabrik di Sidoarjo amat terganggu. Suatu hari, saya merasa lelah dan pusing yang hebat. Setelah saya cek ternyata tekanan darah saya 180 dan saat itu anak saya memberikan Liquid Chlorophyll. langsung saya minum tanpa berpikir apakah berkhasiat atau tidak. Karena saat itu, hanya itulah alternatif yang ada di depan saya. Tapi alangkah hebatnya, satu minggu kemudian hasil cek darah saya telah kembali normal.

Daftar Produk Natures Sunshine Product